Kenalan Lewat Facebook, Seorang Gadis Diperkosa Tiga Pemuda


Nasib nahas dialami Bunga (nama samaran). Pasalnya, gadis berusia 19 tahun ini menjadi korban nafsu birahi tiga pemuda yang saat ini mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang.

Ironisnya, kejadian nahas yang dialami Bunga berawal dari kenalan melalui media sosial Facebook dengan salah seorang tersangka.

Kejadian itu pun dilaporkan ke Mapolrestabes Semarang dan selang beberapa hari, tim Unit I Sat Reskrim Polrestabes Semarang dipimpin Kasubnit Idik 2 Ipda Toni Hendro, SH berhasil meringkus para pelaku.

Ketiga pemuda yang baru gede itu diketahui bernama Ade Bagus Firiawan (20), Yudha Aditia (21) dan Nur Hidayatullah (25), ketiganya warga
Jalan Dempel Lor Muktiharjo Kidul, Pedurungan Semarang.

Kepada penyidik tersangka Ade Bagus mengatakan, bermula beberapa bulan yang lalu, ia berkenalan dengan Bunga di media sosial Facebook.

"Kenal lewat Facebook, setelah kenalan saya menjalin komunikasi dengan dia (Bunga.red)," ujar Ade.

Karena penasaran, pada Selasa (16/7/2019) sekira pukul 19.00 WIB, ia mengajak kopi darat dan ternyata diamini oleh Bunga.

"Saya jemput dia di Mijen dan saya ajak turun keliling Kota Semarang. Tapi sebelumnya saya menghubungi dua teman saya," tambahnya.

Sekira pukul 20.00 WIB, Bunga dibawa menemui dua teman tersangka Ade di SPBU dekat PRPP. Tanpa rasa curiga, Bunga akhirnya diajak jalan lagi namun dibawa ke tanah kosong di depan Masjid al Ikhlas Tanah Mas.

"Setelah saya ancam, disemak-semak itu, saya dan dua teman saya memperkosa secara bergantian dan merekamnya dengan HP," tambahnya.

Setelah puas menggagahi Bunga, tersangka merampas HP merk Realme 2 warna biru dan dompet berisi uang tunai Rp 200.000,00 milik korban dan meninggalkan Bunga sendiri di semak belukar.

"HP dan dompet kita rampas dan dia kita tinggal," terangnya.

Karena menjadi korban perkosaan dan perampasan, Bunga melaporkan kejadian yang baru dialaminya itu ke Polrestabes Semarang.

Unit I Sat Reskrim Polrestabes Semarang bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pengejaran para pelaku.

Berbekal ciri-ciri yang disampaikan korban, Kamis (18/7/2019) dinihari, tim Unit 1 yang dipimpin Ipda Toni Hendro, SH berhasil meringkus para pelaku saat bersembunyi di SPBU Masjid Agung jalan Arteri Soekarno-Hatta.

Tanpa perlawanan, ketiga pelaku digelandang polisi untuk mencari barang bukti. Hasilnya, polisi menyita 1 buah HP merk Realme 2 warna biru milik korban, uang tunai Rp 200.000.

Ditempat lain polisi mengamankan kayu dengan panjang 30 cm yang digunakan pelaku untuk mengancam korban supaya tidak berteriak dan dua unit sepeda motor yang digunakan para pelaku.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Fahmi melalui Kasubag Humas Kompol Sukiyono menyatakan hingga saat ini ketiga pelaku masih menjalani penyidikan intensif.

"Hasil pemeriksaan sementara, para pelaku mengakui semua perbuatannya dan para pelaku dijerat pasal berlapis yakni 285 jo 368 KUHP dan ketiga pelaku kita tahan di Mapolrestabes Semarang," ujar Kompol Sukiyono. [jie]

Viral Ajakan Menyerbu Nyi Roro Kidul di Pantai Parangtritis, Mengapa Harus Pakai Baju Hijau?


Tidak hanya Amerika yang memiliki cerita rakyat tentang sebuah tempat yang begitu misterius hingga orang-orang jadi penasaran.

Tak tanggung-tanggung sebuah postingan Acara di Facebook itu berhasil membuat geger warganet dunia dengan ingin 'menyerbu' Area 51.

Tanggapan dari Warganetpun hampir sama, dengan guyonan meme khas warganet dunia mereka menyatakan ingin 'menyerbu' tempat itu.Ajakan serbu Area 51 di AS untuk serbu Aliens dengan cara Naruto. (Youtube/The Cut)


Penyerbuan warganet ke Area 51 itu berhasil mencapai ratusan ribu orang yang ingin datang ke Facebook Events itu.

Dikutip dari Washington Post, lebih dari 500 ribu orang di seluruh dunia telah mendaftar di sebuah acara Facebook (Facebook Event) untuk menginvasi Area 51 di Nevada, Amerika Serikat.

Facebook event, yang direncanakan oleh seorang pengguna bernaama Kyle ini bertujuan untuk "See them alien" (Melihat alien-alien).

Acara yang berjudul Storm Area 51, They Can't Stop All of Us, (Serbu Area 51, Mereka Tidak Bisa Menghentikan Kita Semua).

Acara ini mengundang pengguna Facebook dari seluruh dunia untuk bergabung dalam sebuah acara invasi Area 51.

Tidak hanya itu saja acara ini dikabarkan akan menggunakan cara berlari ala Naruto.

Lari Naruto ini adalah sebuah gaya lari yang diinspirasi sebuah manga Jepang yang menampilkan lengan yang direntangkan ke belakang dan mengarah ke depan, untuk menginvasi Area 51.

"Kita bisa bergerak lebih cepat daripada peluru mereka," tulis keterangan pada acara tersebut.

Facebook Event ini akan mereka selenggarakan di Area 51, Nevada, Amerika Serikat pada 20 September.

Serbu Nyi Roro Kidul

Tak hanya di Amerika, Indonesia juga memiliki tempat yang dianggap mistis oleh warganya.

Salah satu tempat itu adalah pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.

Pantai Parangtritis yang indah ini memiliki cerita rakyat memang begitu tenar karena dikabarkan mistis bagi masyarakat.

Di sebuah postingan Acara Facebook seorang warganet bernama Alfi Syahr mengajak orang-orang untuk pergi bersama ke Pantai yang berada di selatan Kota Yogyakarta itu.Ajakan serbu Nyi Roro Kidul di Parangtritis (Facebook)

Postingan ini terlihat dibanjiri komentar warganet yang ingin mengikuti acara ini.

Acara Facebook ini bertuliskan:

"Ayo ribuan orang Serbu ParangTritis pakai baju hijau."

Acara Facebook 'serbu' Pantai Parangtritis ini telah ditanggapi dengan tertarik mengikuti oleh 7 ribu lebih penggunanya bahkan mungkin masih bertambah.

Bahkan sekitar 3 ribuan (3K) orang menyatakan akan mengikuti acara.


Selain itu Acara Facebook yang kini mendapatkan ribuan kali dibagikan itu juga menuliskan informasi tambahan di bagian tentang.

Bertuliskan, dengan nada bercanda:

"Katanya kalau pakai baju hijau ke pantai parangtritis nanti bisa ilang sama Nyi Roro Kidul."

"Kalau ada ribuan orang nyerbu masa iya ilang masal."

"She cant drown us all.. :'v"

Beberapa komentar warganet juga menganngapi pada kolom diskusi.

Salah satunya:

Ada yang protes karena tanggalnya selalu berubah ubah, akun ini menuliskan, "Ye tanggalnya diganti mulu, niat attack (menyerang) atau kagak nih"

Bahkan beberapa warganet menambahkan gambar 'meme' pada bagian diskusi.

Ada juga warganet yang berniat breangkat meski dari Jakarta dan sekitarnya, jauh.

Belum diketahui apakah ini hanya sebuah 'meme' candaan atau benar-benar acara sungguhan, tapi patut dihargai karena ke-arifan lokal acara ini.

Mengapa harus pakai baju hijau

Dalam undangan, Alfi menyerukan, siapa yang mau mengikuti tantangan ini haruslah menggunakan baju warna hijau.

Warna ini disebut-sebut sakral dan menjadi warna kegemaran Ratu Pantai Selatan.

Banyak mitos yang mengatakan, jika memakai baju hijau bakalan terserat ombak dan dibawa oleh Nyi Roro Kidul untuk dijadikan pengikutnya.Lukisan Ny Roro Kidul gunakan baju hijau (Genpi.co/istimewa)

Alfi juga ingin mematahkan mitos soal busana hijau.

Dalam detail undangan disebutkan,

"Katanya kalau pakai baju hijau ke Pantai Parangtritis nanti bisa ilang sama Nyi Roro Kidul. Kalau ada ribuan nyerbu, masa iya ilang massal. She can't drown us all (dia tak bisa menenggelamkan kita semua), " tulisnya.

Sementara itu Peneliti Madya Bidang Oseanografi Terapan Pusat Riset Kelautan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Widodo Pranowo, alasan logisnya.

Seperti ditulis Genpi.co, Widodo Pranowo menjelaskan bahwa sebaiknya memang tidak memakai baju warna hijau jika ke pantai, sebab jika terseret arus atau tenggelam, sulit dicari.

Warna hijau menyatu dengan warna air laut.

Akan lebih sulit mencari orang tenggelam berbaju hijau ketimbang warna merah, jingga, atau pink.

Nah, itu tadi alasan di balik larangan penggunaan baju hijau.

Tak ada hubungannya dengan penguasa Pantai Selatan Nyi Roro Kidul.

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Setelah Viral Serbu Area 51, Kini Warganet Heboh Ingin Serbu Parangtritis Demi Temui Nyi Roro Kidul, Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat

PESTA Seks Berbayar Digerebek - Para Pelaku yang tengah Indehoy Marahi Petugas, 7 Orang Diringkus


Dia adalah pria Sukomanunggal Surabaya. Inisialnya MS (29).

Dengan menjajakan sang istri kepada pria hidung belang di media sosial Facebook, MS mematok banderol Rp 2 juta sekali kencan.

Kasus perdagangan perempuan ini terendus Unit PPA Polrestabes Surabaya melalui akun milik MS bernama Banyu Langit Prei Kanan Kiri.


"Suami sah korban, memposting layanan seksual threesome (kencan bertiga)" kata Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Senin (8/7/2019).

Ruth mengatakan, MS melakukannya sejak bulan Mei 2019 dengan beberapa postingan di grup untuk layanan seksual.

Modusnya, MS memposting layanan threesome istri sahnya dengan tarif Rp 2 juta.

Pria asal Tanjungsari Jaya Bhakti, Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya itu kemudian meminta pria hidung belang untuk bertemu di sebuah hotel yang telah ditentukan.

Di hotel tersebut, suami istri itu melakukannya bertiga bersama pria hidung belang yang telah memesannya.

"Klise pengakuannya satu kali, tapi dari jejak media sosial di grup Facebook terdeteksi sejak bulan Mei 2019 sudah banyak postingan dia," kata Ruth.

Menurut Ruth, ada beberapa jejaknya di media sosial dan pihaknya menemukan transaksi terakhir.

Alibi suami jual istri sah untuk biaya sekolah anak

Saat ditanya terkait alasannya menjual sang istri, MS mengaku untuk mencukupi kebutuhan sekolah anak-anaknya yang duduk di bangku SD.

"Biaya sekolah karena mereka punya dua anak, dalihnya membutuhkan biaya anak sekolah," tambah Ruth.

Perbuatan itu tersebut dilakukan MS bersama istrinya.

Dari penggerebekan yang dilakukan, polisi menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya uang Rp 2 juta, tiga celana dalam, satu bra milik korban, serta surat nikah milik tersangka dan korban.

"Suami ini melakukan aktivitas seksual bersama-sama. Korban mengikuti suaminya, selain fantasi seksual juga material," pungkas Ruth.

Perjuangan Dokter Hilangkan Kulit Bergelambir Arya Permana Pasca Bocah Laki-laki Tersebut Turunkan Bobot Tubuhnya Hingga 100 Kilogram


Beberapa waktu yang lalu, Arya Permana sempat muncul di banyak pemberitaan media.

Arya merupakan penderita obesitas atau kelebihan berat badan.

Bocah berusia 13 tahun asal Karawang, Jawa Barat itu memiliki bobot yang mencapai 192 kilogram.

Kamis (18/7/2019), Arya kemudian menjalani operasi bariatrik, diet, dan melakukan sejumlah aktivitas fisik hingga berat badannya menyusut menjadi 87 kilogram.

Kendati demikian, penurunan berat badan Arya yang dilakukan dalam waktu relatif singkat, menyisakan permasalahan baru.

Kulit Arya menjadi bergelambir atau excess skin.

Untuk membuang kulit yang menggelambir, Arya perlu melakoni tindakan operasi plastik di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat.

Operasi Arya tersebut akan ditangani oleh dokter bedah plastik dan dokter spesialis gizi.


Selain itu, ada juga psikolog yang akan memantau kondisi kejiwaan Arya sebelum dan sesudah operasi.




"Kalau masalah kejiwaan, kan ini kita dalam satu tim ya. Kita sudah mengkonsulkan juga ke bagian psikiatri untuk kesiapan mental dan sebagainya," ujar Viramitha Kusnandi Rusmil, Dokter Spesialis Anak Nutrisi Metabolik, RSHS Bandung.

"Tadi pagi juga sudah bertemu dengan dokter dari bagian psikiatri. Semuanya dalam keadaan baik," sambungnya.

Arya yang beranjak remaja, kini lebih bertanggung jawab terhadap pola makan dan aktivitas fisiknya.

"Pola makan sih lebih dijaga, olahraga rutin. Olahraga sih kalau setiap hari biasanya renang," kata Arya.

Menurut rencana, operasi Arya akan dilakukan, Senin (22/7/2019) mendatang dan akan berlangsung beberapa tahap.


Dirut Garuda Sekarang Minta Rius Mereview yang Jelek-jelek


Usai kasus unggahan video tentang menu makanan kelas bisnis yang hanya ditulis tangan berakhir damai, kini maskapai Garuda Indonesia justru memanjakan youtuber Rius Vernandes. Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., IGN Askhara Danadiputra, bahkan memberi tiket gratis First Class buat Rius, agar youtuber itu bisa mereviewnya.

"Kita meminta Rius untuk mereview juga semua penerbangan, tidak hanya spesial untuk kelas bisnis saja. Ada juga kelas ekonomi dan first class kita. Itu saya akan kasih kepada Rius free untuk di first class. Tapi, saya mau yang jelek-jelek saja, kalau yang bagus semuanya sudah tau," kata Ashkara di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Juli 2019.

Ashkara juga mengundang Rius untuk mengunjungi semua fasilitas yang ada di Garuda Indonesia, seperti Garuda Maintenanace Facilities (GMF), Catering, dab Garuda Indonesia Training Center (GITC). "Rius juga bisa melihat cabin crew kita, karena kru kabin kita kan menarik dengan kebayanya," ujar dia sambil tertawa.

Tak tanggung-tanggung, Ashkara juga mengundang semua vlogger untuk mengunjungi dan merasakan penerbangan dengan Garuda Indonesia. "Saya rasa kita terbuka menerima kritikan, karena kami merasa masih banyak kekurangan, kami mengimbau untuk semua pihak untuk membangun dan bisa berkomunikasi dengan lebih baik," ujarnya.

Sebelumnya Rius Vernandes menjadi terlapor oleh Serikat Karayawan Garuda (Sekarga) dengan dugaan pencemaran nama baik karena telah mempublikasikan menu makanan dari kelas bisnis Garuda Indonesia yang hanya ditulis tangan. Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Tomy Tampatty mempersoalkan ekspose yang dilakukan Rius di media sosial tanpa konfirmasi ke Garuda.

"Semestinya konfirmasi dulu ke Garuda. Kalau itu dilakukan, kami yakin manajemen Garuda akan menjawab bahwa itu bukan standar operasional di Garuda dalam hal penyajian menu," kata Tomy kepada Tempo, Kamis 18 Juli 2019.

Namun, per hari ini, Tomy telah mencabut semua laporan yang dilayangkan sebelumnya kepada kepolisian. "Kami dari serikat karyawan Garuda, menyatakan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa telah mencapai perdamaian untuk menyelesaikan semua permasalahan ini. Kita mencabut semua terkait dengan laporan kita terhadap Rius," kata Tomy saat acara mediasi Garuda Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Juli 2019.

Pesta Seks Digerebek Polisi, Para Tamu Sedang Beraksi Tanpa Busana


Tim Jatanras Ditreskrimum meringkus seorang pria penyedia jasa 'Pesta Seks' berbayar, Kamis (18/7/2019).

Ia berinisal AK (44), warga Surabaya. AK diketahui menyediakan jasa Pesta Seks itu sejak Maret 2019.

Jasa Pesta Seks itu ditawarkan oleh AK kepada publik melalui media sosial Twitter.

Dia mengaku telah empat kali menyediakan jasa Pesta Seks tersebut kepada para klien.

"Saya dengan pasangan saya mempunyai Twitter kemudian di twitter kami dikenal banyak orang melakukan dan biasanya para tamu menginginkan diadakan sebuah event atau party," kata AR saat dikeler polisi dengan tangan diborgol di Balai Wartawan, Mapolda Jatim, Kamis (18/7/2019).

AK menambahkan, dalam Pesta Seks tersebut dirinya hanya sebatas sebagai fasilitator.

"Di request maka saya mencoba mengontak temen-temen, pasutri atau single boleh gabung sampai akhirnya kami sepakat berangkat Sabtu kemarin ke Tretes," lanjutnya.

"Saya tidak ambil keuntungan disitu, artinya saya senang untuk menyenangkan orang lain, bagian dari fantasi," lugasnya.

AK menuturkan, saat menyediakan jasa Pesta Seks untuk orderan terakhir sebelum ditangkap polisi pada Sabtu (13/7/2019) kemarin.

Ia sedang memfasilitasi enam orang klien yang memesan fasilitas Pesta Seks.

"Jadi dari 7 orang tersebut, satu pasangan saya, satu pasutri, satu lagi single yang menginginkan untuk ikut. Lakinya ikut secara pribadi," katanya.

Tak cuma sebagai penyedia jasa, AK mengaku juga turut bergabung dalam kenikmatan seks yang dipesan para kliennya.

Bahkan, ia juga menyediakan fasilitas seks, tukar pasangan alias swinger, dengan berbagai macam varian model.

"Di kelompok kami ada yang namanya swinger tukar pasangan atau ada juga yang single. Jadi kelompok swinger bertukar pasangan ada yang hard swing atau soft swing," katanya.

Sementara itu, Kanit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKP Mohammad Aldy Sulaiman menuturkan, saat digrebek di sebuah kamar villa di Prigen, ketujuh orang itu dalam keadaan telanjang bulat.

"Pas digerebek, mereka lagi main, dan hampir selesai, jadi telanjang gitu marah-marah," ungkap Aldy.

Aldy menambahkan, AK telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan keenam orang lainnya hanya sebagai saksi.

"Karena mengundang para pengguna lewat ponselnya kemudian memperoleh keuntungan dari pelacuran perempuan," lanjutnya.

Aldy menuturkan, AK juga memasang harga kisaran Rp 500 Ribu - Rp 700 Ribu pada pelanggan yang tak memiliki pasangan.

"Dimana uang tsb untuk biaya tsk mendatangkan perempuan untuk pesta seks," tandasnya.

Ibu Pergi ke Sawah, Dua Anak SD BerhubunganBadan Layaknya Suami-istri di Rumah, Direkam dan Viral


Ibu Pergi ke Sawah, Dua Anak SD BerhubunganBadan Layaknya Suami-istri di Rumah, Direkam dan Viral

Lagi viral di medos video mesum dua anak SD berdurasi 1 menit.

Melansir SuryaMalang, beredarnya video tak senonoh dua anak SD jadi viral ini, penyebab dugaan keteledoran orang tua bersangkutan.

Sosok pasangan anak SD bikin video tak senonoh, masih bersekolah dari sekolah dasar di wilayah Magetan.

Video mesum berdurasi 1 menit itu memperlihatkan adegan mesum sepasang anak usia SD.

Anak laki laki masih mengenakan seragam dan anak perempuannya.

Kabarnya sudah melanjutkan sekolah agama disalah satu sekolah agama di Magetan juga.

Video mesum anak anak ini beredar sejak tiga hari lalu.

Bahkan sebagian video beredar ada yang dipasang musik dangdut versi koplo dan sebagian adegan ditutup dengan emoji.

Tetapi ada yang masih asli terdengar percakapan keduanya.

Video ini diperkirakan dibuat dirumah anak laki laki itu, dilakukan sepulang sekolah.

Karena orangtua anal laki laki itu bapaknya menjadi TKI Malaysia, ibu kabarnya di sawah.

Saat ini anak laki laki di video itu masih duduk di bangku klas VI SDN di Kabupaten Magetan bagian Selatan.

Sedang anak perempuannya sudah lulus dan melanjutkan di sekolah agama.

Kalangan masyarakat di Magetan sangat prihatin dengan beredarnya video mesum yang seharusnya belum waktunya dilakukan oleh sepasang anak SD ini.

Namun karena longgarnya pengawasan dari orangtua dan sekolah, perilaku otang dewasa ini sudah dilakukan anak anak usia sekolah dasar.

Mestinya penggunaan gawai canggih seperti smart phone ini perlu diawasi dan didampingi orang tua dan sekolah.

Pasalnya, ada sekolah sekolah yang meteri pelajaran Tikop (tehnik komputer) dan pengumuman biasa lewat smart phone.

"Memang ini dilema, karena ada pelajaran tertentu yang memerlukan smart phone seperti Tikom dan pengumuman berkaitan dengan mata pelajaran,"kata pengamat pendidikan Kabupaten Magetan Muhammad Anis Spd kepada Surya, Kamis (18/7).

Tapi, lanjut Muhammad Anis, penggunaan smart phone itu, terutama kalau gawai itu dibawa ke sekolah, setiap pelajaran dimulai, gawai yang dibawa siswa siswi itu harus dikumpulkan di sekolah.

"Makanya, sebagai bentuk pengawasan, sekolah harus rajin razia. Kecuali kalau pelajaran Tikom, memang mengharuskan bawa gawai atau smart phone"

Memang dilema, tapi tinggal orangtua dan sekolah harus aktif, selain pengawasan juga nasihat atau perhatian dari orangtua,"ujar Muh Anis salah satu guru di SMPN Magetan ini.

Kepala Sekolah bersangkutan, membenarkan kalau pemeran video itu siswa di sekolahnya.

Sedang yang perempuan alumni SDN Lembeyan 2, Magetan.

"Sekolah sudah memanggil orangtua siswa bersangkutan, untuk diberikan nasihat dan pengarahan agar siswa tersebut tidak kembali melakukan perbuatan yang sama,"kata Supeno, singkat.